Translate

Thursday, December 24, 2015

Para Penyendiri

Kami tak pernah memilih ini. Boleh dibilang keadaannya memang begini.  Sudah biasa.
Bila bumi selalu berdekatan mesra dengan bulan. Phobos dan Beimos setia bersama Mars.
Maka kami takkan mampu mempertahankan keberadaan satelit lainnya bersama kami. Mereka takkan bertahan lama.

Gravitasi matahari yang besar dan gaya pasang surut kami menghancurkan satelit lain yang berada di dekat kami. Kami adalah Merkurius dan Venus. Kami tak punya satelit satelit yang menemani. Kami adalah planet- planet kesepian. Tapi harus ada yang bernyali tinggi merapat pada si raksasa pemberi sumber panas ini.




                   
Ecleticeccentricity.bigcartel.com

etsy

Sunday, August 16, 2015

Menjelang 17 Agustus

Teringat saat kau usap
Peci orange dan batik kebesaranmu
Menyemir sepatu hingga hitam mengkilap
Dan celotehan bangga akan masa lalu
Takzim kau semat lencana lencana kecil
Disela cerita romansa percintaanmu
Mulutmu tersenyum
Undangan besar tak lagi datang
Namun dimanapun tempatnya
Kau pasti datang menghormat
Selamat hari kemerdekaan
Terima kasih untukmu yang dirindu
Terima kasih pada para pejuang
Terima kasih pada para veteran
Terima kasih pada para  pendahulu negri



(Profil anggota legiun veteran RI/foto Antara/Syaiful Bahri)

Tuesday, June 16, 2015

Grow Old Together



Pada saatnya nanti
Akankah kau mengecup guratan ini
Akankah kau tetap tersenyum menyiapkan kopi
Akankah kau tetap bergayut mesra dilenganku

(Sang lelaki)

Monday, May 18, 2015

Layaknya Hujan Tanpa Aroma

Puisi ini saya peruntukkan kepada sahabat saya. Sang pemeran. Orisinil dan cerdas dan beberapa waktu lalu pamit. Katanya ingin melukis. Dan belum2 saya sudah rindu. Tapi puisi ini juga mewakilkan yang lain. Yang tak akan saya ceritakan.


Layaknya Hujan Tanpa Aroma


Hujan yang turun
Menggiring ingatanku padamu
Katamu kau suka hujan
Dan lihat sekarang
Milyaran tetes air tumpah
Namun tanah basah enggan menebar aroma
Tidakkah kau tahu
Aroma yang hilang dari tanah yang terguyur hujan
Mematikan hasrat sang pluviophille
Dan  keengganan menampilkan perananmu
Membunuh gairahku memahamimu


( kepada sang pemeran )





Wednesday, May 13, 2015

KISAH ANJING DAN KUCING


Kemarin sepulang kerja sempet tersentuh lihat kucing
guling2an dengan anjing.  So cuuuuuuute. Nggak terlalu aneh siy. karena kucing dan anjing bersahabat bukan cerita baru. Buanyak banget.  

Lucunya kalau ada orang bertengkar, ada yg pake istilah kayak anjing sama kucing. Bertengkar terus. Mungkin istilah itu perlu diganti. 

Mengamati bahwa seekor binatangpun memiliki karakter khas, bahwa dalam keseharian ternyata manusiapun memiliki karakter yang sama dengan mereka. Disadari atau tidak.

jadiiii liburan ini, saya jd kepingin cerita tentang anjing dan kucing. 

KISAH ANJING DAN KUCING




Kita adalah anjing dan kucing
Kaulah kucing
Dan aku anjing

Kita disatukan dengan perbedaan
Kau si manja pemalas kesayangan para tuan
Aku sang penunggu rumah kerap kali dimaki

Kerjamu makan, tidur dan bermain
Kerjaku menjaga keamanan majikan
Dan lihat siapa yg selalu dipeluknya?

Kita adalah anjing dan kucing
Kau binatang kesayangan
Aku binatang piaraan

Kita tinggal dirumah yang sama
Dirawat dengan majikan yang sama
Diperlakukan secara berbeda

Saat ada ancaman aku  lantang membelanya.
Sedang kau acuh atau lari kepelukannya
Dan sampai mati aku tetap dianggap najis

Sungguhpun demikian Kita saling menyayangi
Menjalani hidup sebagaimana seharusnya
Kau kucing dan aku anjing

Bagaimanapun perbedaan yang kita terima
Satu hal yang sama kita tahu
Kita dicintai dengan cara yang berbeda


Tuesday, May 12, 2015

PELUK

(Untuk kamu yang tafakur bertasbih
digelap malam)


Ijinkan aku memelukmu
Tanpa suara
Lama dan lekat
Menyerap rasa sakitmu
Biarlah larut dijiwaku

Ijinkan aku memelukmu
Kubawa pulang lukamu
Agar nyenyak tidurmu
Damai duniamu
Indah mimpimu



Monday, December 29, 2014

Layat Menyambut Lara

Cerita ini tadinya tanpa ending.alias belum selesai. Nyempil diantara konsep cerita lain yang masih setengah jadi. Berhubung 22 desember hari ibu kepingin posting sesuatu yg  berhubungan dengan sosok ibu. Postingannya telat banget emang(huff) .
Pinginnya, cerita ini punya efek yang mengharu biru. Tapi kalau pas dibaca gagal melow, ya nggak masalah juga. Hemat tissue kan.



Layat Menyambut Lara

" Kamu itu cantik"Aku rasakan tangannya membelaiku. Kemudian tangannya kembali bekerja.
" Kau juga, cantik."Balasku.
"Kita harus mengumpulkan banyak uang. Demi kamu". Tangannya kembali mengelus.Aku merasa tentram.
" Jangan khawatir, aku akan membalasnya kelak, Sekarang aku mau tidur."
"Tidurlah." KatanyaSamar aku mendengarkan senandung ibu. Ah, damainya. Suara itu mulai hilang timbul. Hingga akhirnya lenyap di pendengaranku.

Aku mungkin tertidur lama. Sampai suara rusuh mengusikku.
" Mana uangnya!"Suara ayah,batinku.
Ibu tengah berbaring sejenak.Setelah seharian tadi menjadi buruh setrika.
" Tidak ada! Kita punya keperluan yang lebih penting,  ketimbang kopi dan rokok. Pakai uangmu sendiri."
" Pelit benar kamu.!"
" Kita harus berhemat untuk anak kita " Suara ibu terdengar geram.
" Huh!"Pintu kamar dibanting. Ibu menghela nafas.
 " Ayahmu banyak berubah semenjak kehilangan pekerjaannya. "
Ibu bangkit dan menggeret dingklik dengan kakinya..
" Apa yang kau lakukan?"
" Kita harus menyembunyikan uang ini."
"Mengapa?"Ibu terdiam. Seolah takut menceritakan kebenaran.
" Ayahmu,  kini tak segan mencuri uang ibu.  "

Aku marah. Tanganku meninju kesamping. Ibu tersentak, tapi kemudian membelaiku.

" Kelak jika kau dewasa jangan biarkan dirimu menjadi sapi perah  lelaki. "
Aku terdiam. Lebih karena  Keheranan, karena dirinya mampu bertahan dengan ayah.
Ibu menaiki  dingklik kecil demi mencapai atap lemari. Ia menggapai sebuah kotak sepatu dan meletaKkan uangnya disitu. Menghitungnya lantas berusaha  mengembalikan cepat-cepat.

Namun dingklik bergoyang menahan bobot ibu. keseimbangannya goyah.Sekejap ia terjatuh.
"Braakk!!" Kotak sepatu berserakan. Ayah menyerbu masuk

" Astaga!! Dasar perempuan pedit. Itu akibat tidak mau berbagi  dengan suami." Bentaknya.

Aku merasa kesal. Tega sekali ayah. Setengah mati ibu mengumpulkan uang untukku dengan kondisinya yang seperti itu. Aku sangat kesal. Rasa sakit yang juga kurasakan  juga memicu amarahku.

" Jangan hina ibu!"

Wajah ayah memucat. Wajah ibu meringis kesakitan.  Sesuatu mengalir di kedua kakinya.Ayah berlari keluar kamar. Aku kesal.
Bagus. Disaat seperti ini dia malah lari meninggalkan ibu. Aku semakin tak tenang. Aku harus keluar.Ibu merintih. Aku bingung.

"Apa yang harus aku lakukan,bu?"
Ibu mulai bernafas aneh. Setelah itu seperti meraung.

" Ibu, apa yang harus aku lakukan?"
Ibu tetap tak menjawab.Bernafas aneh lalu seperti meraung.

Darah .. Ada darah..Aku bergerak perlahan.

" Ibu, aku takut."
Ibu bernafas aneh dan kembali seperti meraung.

"Tolong jangan bersuara seperti itu,bu. Baiklah, aku akan jadi anak manis. Dan tetap disini, tapi tolong segera hentikan sikap anehmu."

Ibu masih bersikap aneh.  Aku membelainya.Berharap ibu baik- baik saja. Kemana sih, ayah? Pertanyaanku dijawab  raungan ibu lagi.
 Syukurlah kecemasanku tak lama, karena ayah kembali bersama dua orang  perempuan yang sering ditemui ibu. Aku lihat beberapa orang lain ikut serta, tapi mereka menunggu di luar kamar.

"Aku tadi melihat darah!" Teriak ayah panik.
 " Tenang, jangan takut. " Hibur perempuan  itu. Dia mulai memberi intruksi pada perempuan lainnya.Ibu tampak kesulitan bernafas. Disisinya ayah menangis sambil meminta maaf.

" Ayah, jangan berisik!"Teriakku.
Ibu meraung lagi.Aku merasa didorong.
" Ibu kau tidak apa2 kan? Jawab bu?!"
Ibu mulai bernafas aneh.Dan meraung lagi.Aku merasa sangat tidak nyaman.
"Ibu..aku takut.."

" Jangan nakal nak. Cepat keluar dari situ." Seru si perempuan yang datang bersama ayah.

Aku mendengar ibu meraung lebih kencang dari sebelumnya. Mungkin perempuan itu benar, aku harus keluar.Ibu meraung lagi. Teriakannya lebih kencang dan lebih panjang. Ya.. Ya sekarang. Aku harus keluar dari tempatku, SEKARANG!!

Perempuan ini menangkap aku dan sepertinya tahu benar apa yang harus dikerjakan. Aku menjerit selantang yang aku bisa.
Mana ibu? Aku mau ibu. Aku kehilangan suara ibu. Suara apa itu? Tangis ayah. Tangisku bersahutan dengan tangis ayah.

"Dia sangat cantik"Perempuan ini menyerahkan aku pada ayah.

" Berikan aku pada ibu!" Teriakku.Ayah tetap menangis. Membisikkan sesuatu dikedua telingaku. Airmatanya tertinggal di telingaku.

 "Terima kasih, bu bidan. Syukurlah bayinya masih selamat."
Aku menangis.

"  Berikan aku pada ibu! Aku mau melihat ibu."
Mereka malah membawaku menjauhi ibu. Aku sempat lihat  orang datang bergantian mengerumuni  ibu. Kesibukan  datang silih berganti. Bahkan tangisanku, tak menyurutkan irama kecepatannya.Sesekali ada yang datang menenangkan aku, usaha yang sia-sia. Aku melihat bagaimana mereka menggotong ibu beramai ramai. Dan membawanya pergi.

"Mau kalian bawa kemana ibu? Dia bahkan belum menatapku! Belum menciumku layaknya seorang ibu!"

Mereka tak menghiraukanku.Ayah bahkan menyerahkan aku kembali pada bu Bidan.Tangisku memekik. Mengapa mereka tak peduli permintaanku. Sebegitu beratkah,permintaanku?

" Ayah, aku ingin melihat ibu."Ayah hanya menatapku pilu dan segera berlalu.

"Kasian" kata asisten bidan
"Ibunya ingin memberinya nama Lara. Larasati." Kata seorang tetangga.
" Semoga ayahnya membiarkannya menyandang nama itu. Cuma itu peninggalan ibunya" jawab bu Bidan.

"Apa maksud kalian?? Kemana mereka membawa ibu?"Mataku berusaha mencari jejak bayangan ayah yang tertinggal di celah pintu.

"Keterlaluan! Aku cuma ingin melihat ibu. Mencium dirinya. Menanam sedikit ingatan tentangnya. Apakah itu berlebihan?"

Mereka tak menjawab pertanyaanku. Pintu  tertutup kini. Orang-orang  pergi di iringi tangisanku.  Entah sampai kapan aku sanggup menangis.

Sunday, April 20, 2014

Cerita tentang Ibu

Seorang ibu, pencari nafkah tunggal dalam keluarganya, bercerita anak gadisnya,si bungsu telah kabur. Dia yang tak pernah mengeluh apapun di sepanjang hidupnya akhirnya tak mampu menahan diri. Disela tanggung jawabnya menghidupi asap dapur dan kebutuhan sekolah anaknya, dia harus memikirkan cara untuk menemukan anaknya. Sudah beberapa bulan  ini dia pisah rumah dengan suaminya. Suaminya memaksa anak gadisnya tinggal bersama sang ayah, karena waktu luang ayah di rumah akan memudahkan mereka mengawasi si bungsu. Tapi untuk kebutuhan sehari-hari si bungsu tetap si ibu yang memenuhinya.Sementara dia harus menahan diri menceritakan problematika keluarganya terhadap orang lain dan lingkungan terdekatnya. Suaminya malah berkeluh kesah pada semua orang bahwa keluarganya berantakan karena istri yang pergi dari rumah. Pihak sekolah, keluarga dan tetangga menuding bahwa memang ibunyalah yang salah. Jangan terlalu menghakimi. Karena apa yang mereka dengar tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka tidak tahu belasan tahun si ibu  berjuang mencukupi kebutuhan sekolah dan makan anak-anaknya, sebagai buruh cuci setrika dan pekerjaan serabutan halal lainnya. Mereka tidak tahu bahwa si ayah terkadang ringan tangan. Bahkan si ibu menanti belasan tahun untuk berpisah dengan si ayah. Menunggu hingga anak-anak mereka cukup dewasa. Anak-anak mereka bahkan mendukung  si ibu untuk membawa mereka keluar dari rumah. Seorang ibu tetap seorang ibu. Dia akan selalu melindungi dan menyayangi anak mereka.
Semula anak-anak mereka tinggal dengan si ibu. Si ibu menyewa rumah kontrakan kecil. Si Kakak yang sudah tamat SMK mulai mencari pekerjaan sedang si adik yang perempuan tinggal setahun lagi lulus sekolah. Awalnya kehidupan mereka baik-baik saja, hingga si ayah meminta si adik tinggal dengan dirinya. Mulailah kekacauan timbul. Si Adik mulai kabur-kaburan. Si ibu selalu berhasil membujuk si adik untuk pulang. Namun kali ini si adik sudah 2 minggu menghilang. Si ibu merasa hatinya remuk. Kekuatan dalam dirinya timbul tenggelam. Di satu sisi dia harus mencari anak gadisnya. Tapi di sisi lain dia juga harus mencari uang untuk makan mereka sehari-hari.
Minggu pagi si ibu terlihat merenung. Sepiring pisang kipas goreng dan secangkir teh madu tak disentuh olehnya.
"Aku, nggak selera makan"
Kristalan air terlihat disudut mata.
" Makanlah, sedikit. Jangan sampai sakit. Kamu butuh energi. Masih ada si abang yang harus kamu pikirkan."
Si ibu menjawabnya dengan lelehan air mata. Seandainya boleh memilih dia mungkin akan lebih memilih mencari anaknya, dibanding harus menjadi buruh setrika hari ini.

" Ya, tinggal dia sekarang yang jadi penyemangatku. Semenjak cantikku kabur."
Air mata tak pernah terlihat sebelumnya dari si ibu. Di dera kehidupan yang tidak bersahabat , toh dia selalu tersenyum dan tertawa. Menanggapi segala kesulitan dengan candanya yang khas.
Hari ini pertahanannya hancur. Pihak sekolah barusan menelponnya. Si ayah membeberkan semuanya. Menyalahkan si ibu. Tapi tak cukup berani mengatakan bahwa dia sendiri pengangguran yang lebih banyak di rumah ketimbang mencari nafkah. Kepala sekolah menyudutkannya. Ketegaran sang ibu hancur. Akhirnya cerita itu meluncur dari bibirnya. Cerita yang selama ini disembunyikan olehnya untuk menjaga wibawa ayah anak-anak mereka. Biarkan saja si ibu bercerita. Memang tidak seharusnya dia memendam semua rasa sakitnya sendiri. Nyatanya kelegaan sedikit terlihat diwajahnya.

Mendengar cerita si ibu,timbul rasa kesal,  mengapa  si ibu yang layak disalahkan ketika timbul masalah dalam rumah tangga. Kata-kata "Perempuan berada dibalik keberhasilan rumah tangga " disalah artikan untuk mendapatkan pembenaran atas ego suami yang tidak bertanggung jawab. suami adalah imam keluarga. Wajib menafkahi lahir dan batin keluarganya. Sekecil apapun rejeki yang didapatnya. Disini sebaliknya si ibu yang harus banting tulang menafkahi keluarga, harus pula menanggung cap yang buruk dari suami dan lingkungan masyarakatnya.

"Setiap shalat malam,setelah memohon pertolongan dari Allah, aku selalu meminta diampuni oleh Allah karena kegagalanku sebagai ibu"
" Kau bukan ibu yang gagal."
" Orang mencap aku seperti itu"
" Omongan nggak penting nggak perlu didengar."
" Tapi mungkin mereka benar, sebagai manusia aku  nggak luput dari salah"
" Tapi jangan sampai itu menghancurkan kekuatanmu. Orang justru banyak belajar dari kesalahan. Nggak perlu menyalahkan diri sendiri. "
" Aku mencoba tetap kuat. Walau kadang kekuatanku hilang saat mendengar orang mulai menyalahkanku,dan mengatakan hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada si bungsu. Aku merasa gak punya semangat hidup. Merasa hidup seperti memusuhi aku. "
"Ingat Filosophy mesin Cuci?"
Si ibu mengangguk.
" Anggap masalah seperti mesin cuci, Dia akan memilin, memutar bahkan memukul dirimu berkali-kali. Untuk menjadikanmu lebih baik dari sebelumnya."

Mereka saling tersenyum .
Sebuah pelukan mengakhiri ceritanya. Hari itu si ibu berencana menyebarkan selebaran bergambar foto anaknya di media massa. Semoga Allah memberi jalan.




   






 

Tuesday, December 31, 2013

adoratzitys: Cerita Pejuang Momongan

adoratzitys: Cerita Pejuang Momongan: Week end kemarin. Saya belanja beberapa buku  di Gramedia.Salah satunya berjudul " Jangan Menyerah Bunda - Catatan panjang para pejuan...

Monday, December 30, 2013

Cerita Pejuang Momongan

Week end kemarin. Saya belanja beberapa buku  di Gramedia.Salah satunya berjudul " Jangan Menyerah Bunda - Catatan panjang para pejuang momongan." Karangan Anies Anggara, Dessy dan Ayik. Setelah mengatur posisi nyaman ditemani satu mug kopi  dan setoples kacang telur, saya mulai asik membaca. Sedikit banyak buku ini memberi masukan yang berharga buat saya pribadi.  Saya jadi paham seluk beluk beberapa progam kehamilan  seperti Inseminasi dan Diatermi yang sepertinya sangat layak untuk dicoba, walaupun budgetnya sangat lumayan. Selain pengobatan medis mengatasi salah satu virus Torch (rubella) para tokohnya ada yang mencoba pengobtan alternatif. Dari mulai "orang pinter", minum air ramuan, pijet refleksi sampai sinse. Saya jadi  Inget pengalaman pribadi. Ada juga  cerita dari tokohnya yang mengharu birukan saya. Ketika perjuangan mereka akhirnya memberi titik terang,tapi  ternyata harus kehilangan lagi.( Bheeeuuuh...tissue mana ..tissue?). Tapi  beberapa kisah sanggup membuat saya tersenyum. Pokoknya saya tidak menyesal telah membeli buku ini. Saya rekomendasikan buku ini buat dibaca pejuang momongan lainnya




Tapi saya sempat terusik dengan kalimat" ...belum dipercaya sama Allah.." . Saya merasa apakah kata-kata itu tepat ditujukan kepada para pejuang momongan. Tidak saya berpikir itu bukan kata-kata yang tepat. Karena saya percaya Allah senantiasa menyayangi umatnya yang mau berusaha."Tidak percaya" disini seperti Allah seperti meragukan perjuangan mereka yang berujung pada adanya prasangka buruk pada Allah, yang tidak memberikan kepercayaan. Pada sebagian pejuang momongan sebetulnya kata-kata ini agak menyakitkan. Mereka yang berniatan mendapatkan keturunan, berkeinginan untuk mendidik dan membesarkan generasi yang bermanfaat berakhlak shaleh dan shalehan dianggap tidak dipercaya dibandingkan dengan mereka yang membuang bayi-bayi mereka ke got dan tempat sampah. Dibandingkan dengan ibu-ibu yang menyeret anak-anak mereka ke jalan raya,untuk mengamen diantara padatnya dan pengapnya asap kendaraan, sementara si ibu asik berteduh dibawah pohon. Atau juga dibandingkan dengan mereka yang dengan kesadarannya sendiri mengaborsi janin demi alasan ini itu. 

Saya beranggapan bahwa bukan karena alasan tidak dipercaya, bila seorang perempuan belum diberi momongan. Tapi lebih pada bahwa Allah memiliki skenario besar yang terbaik buat perempuan tersebut. Ini adalah tantangan/ ujian bagi pejuang momongan. Dan apapun hasil ujiannya semuanya bukan karena " tidak dipercaya" . Percaya bahwa selalu ada hal baik disetiap ujian. Apapun itu. Mungkin dengan belum adanya momongan bisa lebih leluasa untuk melakukan hal-hal baik Wallahu A'lam.

Oiya bicara tentang momongan, Terakhir Adoratzity-Shop menyelesaikan matternity dress untuk sahabat sepupu. Dari 3 sket yang dibuat dipilihlah model agak simpel.




Setelah fitting pertama ternyata pleat dibelakang dihilangkan berikut detail pita beludrunya. Terus bagian bawah roknya ditambah embelishment bunga-bunga.
.




 
Dan Jadilah hasil akhirnya seperti ini, Disambut komentar puas pemesannya. Alhamdulillah.



.



 

Friday, May 3, 2013

Recycling Your Clothes

Waktu membereskan lemari ternyata ada banyak baju-baju yang sudah gak pernah dipakai lagi, entah karena bahannya yang panas, kesempitan atan sudah tak layak pakai. Maka mulainya misi pembersihan. Yang tak layak pakai dijadikan kain lap, atau keset. Sisanya disisihkan untuk yang membutuhkan. Tapi tuing..tuiiing...kok lihat shirt collar suami dan tank top saya jaman-jaman keemasan ( saat timbangan masih sangat bersahabat, :P) jadi kepikiran untuk DIY project niy. So, saya ambil gunting dan tanpa ampun lagi memangkas 2 item itu. Ditambah sedikit lace untuk trim di collar dan detail di neck, ternyata lumayan juga.
Bisa mendapatkan satu item baru yang lebih feminin, Tinggal menambahkan cardigan. Lucu juga buat jalan-jalan, hehehe...

 










indigo girls

indigo girls


3.1 Phillip Lim chambray dress / A.P.C. boatneck dress / RRL henley top / Comme des Garçons SHIRT long sleeve shirt / Apiece Apart / Veronique Branquinho short shirt, $435 / Zara knit top / Acne double breasted trench coat / Victoria's Secret leopard sandals / Keds shoes / Brooks Brothers brookes brother / Jérôme Dreyfuss genuine leather handbag / Canvas handbag / Sacai striped scarve, $310 / J.Crew paisley shawl / Silk shawl / Melissa Odabash

Friday, November 4, 2011

MULLET DRESS


Mullet dress yang telah menjadi trend sepanjang musim SS 2011 kemarin diprediksi masih akan booming di tahun 2012. Design berpotongan asymetris jenis ini bertransformasi dari gaun-gaun pesta menjadi busana sehari-hari.Mullet dress adalah gaun yang berpotongan lebih pendek di bagian depan dan memanjang di bagian depan. Jika diperhatikan beberapa depstore memiliki beberapa koleksi casual semacam ini beberapa waktu lalu.



                                          Selena Gomez wore a mullet dress by Irina Shabayeva

Kate Hudson in Chanel



                                                       Emma Stones on Chanel Mullet Dress






                                                                    Chanel Mullet Dress

                                                           Rare belted Mullet Dress

 Sourching from: shesmart.com


 Sourching from: shesmart.com


                                                            Sourching from: shesmart.com












Friday, October 14, 2011

KEBAYA BERGAYA

Huuufffff Senangnya dah memasuki musim kawin lagi, hahaha. Ini berarti akan ada pesanan kebaya lagi. Apalagi kalo customernya mau disain yang agak lain, lebih menarik lagi tantangannya.Biasanya customer dari kalangan terdekat seperti temennya saudara, saudara sendiri , temen atau orang lain yang berhubungan dengan lingkungan terdekat saya. Sayangnya saya jarang membuat foto hasil akhir dari pesanan mereka. Dan dengan setelah hasil melototin FB nya mereka (yang punya FB) akhirnya berhasil dikumpulkan kebaya-kebaya yang pernah dihasilkan oleh "ADORABLE"  (heheheh).Please do enjoy it prend!!
                                           


                                                                     "ADORABLE"  Creation


Ada perasaan bangga bahwa  negara ini bisa memiliki banyak busana tradisional. Terlebih lagi kebaya.. Konon sebelum thn 1600, di pulau jawa kebaya adalah pakaian yang umumnya hanya digunakan oleh keluarga kerajaan.Selama penjajahan Belanda para wanita Eropa mulai menggunakannya sebagai pakaian resmi. Dan selama masa itulah kebaya yang tadinya terbuat dari tenunan mori berkembang terlihat lebih bervariasi dengan menggunakan sutera dan sulaman berwarna warni (http://id.wikipedia.org/wiki/Kebaya.)


Bicara soal perkembangan kebaya, saat ini kebaya semakin berkembang terlihat lebih cantik dan modern dengan penggunaan bahan-bahan yang variatif. Untuk memberikan kesan lebih modern dan dinamis kebaya dapat dirubah sedemikian rupa, sehingga terlihat serasi juga bila dipasangkan dengan rok mini dan  celana jeans sekalipun. Kebaya tak cuma dianggap sebagai pakaian tradisional yang biasa dipakai orang tua tapi semakin diminati oleh kalangan muda. Tak hanya dipergunakan untuk acara seremonial saja tapi sudah banyak yang mempergunakan untuk busana sehari-hari.


Dibawah ini adalah model kebaya yang terlihat lebih modern dan bisa kita pergunakan untuk kesempatan sehari-hari.


                                             














Belakangan ini saya sangat menyukai rancangan Lenny Agustin. Dengan bahan-bahan tradisional dia mengolahnya menjadi rancangan yang sangat modern dan dinamis. GO LENNY!!








 Hmm...jadi pingin coba-coba ngolah kain di rumah jadi kebaya buat ke kantor niy. Kepikiran  juga untuk bikin kebaya dari bahan jeans dicampur renda yang cantik.  Ok juga kayaknya..:D

Wednesday, September 7, 2011

BLOUSADORE

BLOUSADORE


Thomas Wylde ruffle shirt
$1,100 - net-a-porter.com

Luna top
$145 - carlosluna.co

Nicole Miller long sleeve blouse
$300 - nicolemiller.com

Tie front blouse
80 AUD - forevernew.com.au

Monsoon blouse
£55 - monsoon.co.uk




I always loooooooooveeee  blouses. Why?? Because i can mix and match them so freeely. Sometime you can wear a blouse just in a basic style, but some time you can opened the button,   
and wear it on tang top, t-shirt  or another blouse and give a little detail like belt or necklace or another jewerly, voilaa then you get a different style with the same blouse. 
Another reason why i love blouses cause they has particularrly many different silhouettes. I can made my own blouses with different sillhoutes, and the importand things are it looks good on me and make me comfort to wear it.